Langsung ke konten utama

GUSDUR MENGANTIKAN NAMA IRIAN JAYA JADI PAPUA

NAMA IRIAN JAYA JADI PAPUA
https://www.nu.or.id/fragmen/alasan-gus-dur-ubah-nama-irian-jaya-menjadi-papua-dOPy7 Fragmen BULAN GUS DUR Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua Rabu, 12 Desember 2018 | 06:06 WIB Sumber: https://www.nu.or.id/fragmen/alasan-gus-dur-ubah-nama-irian-jaya-menjadi-papua-dOPy7 Sosok KH Abdurrahman Wahid tidak bisa dilepaskan perannya dalam memberikan spirit kemanusiaan di tanah Papua dari segala bentuk diskriminasi, marjinalisasi, dan krisis di segala bidang. Papua membutuhkan sekaligus menyayangi Gus Dur. Menurut keterangan seorang santri Gus Dur asal Kudus, Nuruddin Hidayat (2018), pada 30 Desember 1999 atau tepat dua bulan sepuluh hari setelah dilantik menjadi Presiden keempat RI, Gus Dur berkunjung ke Irian Jaya dengan dua tujuan, yaitu untuk berdialog dengan berbagai elemen di Papua dan melihat matahari terbit pertama milenium kedua tanggal 1 Januari 2000 pagi. Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan Gubernuran di Jayapura. Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat. Gus Dur mempersilakan mereka berbicara terlebih dulu, dari yang sangat keras dengan tuntutan merdeka dan tidak mempercayai lagi pemerintah Indonesia hingga yang memuji tapi dengan berbagai tuntutan. Selanjutnya Presiden berbicara merespon mereka. Banyak hal ditanggapi, tetapi yang penting ini, "Saya akan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua," katanya. “Alasannya?” "Pertama, nama Irian itu jelek," kata Gus Dur. "Kata itu berasal dari bahasa Arab yang artinya telanjang. Dulu ketika orang-orang Arab datang ke pulau ini menemukan masyarakatnya masih telanjang, sehingga disebut Irian." Gus Dur lalu melanjutkan, "kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau punya anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh. Biasanya sih namanya Slamet. Tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua." Seorang Antropolog bahasa Melanesia mencari asal-usul kata Irian yang diceritakan Gus Dur, tapi tidak pernah menemukannya (kalau tidak ketemu, tidak berarti tidak ada kan? Ini benar-benar cara Gus Dur memecahkan masalah rumit dan besar seperti masalah Papua dengan humor. Sohibul riwayah, Ahmad Suaedy menduga mengapa Gus Dur menggunakan alasan bahasa Arab dan tradisi Jawa? Gus Dur mencoba "menenangkan" hati orang-orang Islam dan orang-orang Jawa yang berpotensi melakukan protes. Selain hormat dengan teladan, prinsip, dan keberanian Gus Dur, Manuel Kaisiepo (2017) memiliki cerita. Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati itu mengisahkan, ketika Kongres Rakyat Papua akan diselenggarakan, maka Gus Dur menyetujui kongres tersebut dilaksanakan. Ketika kongres itu mau diadakan, semua orang protes. Itu separatis. Tetapi presiden (Gus Dur) menyetujui kongres itu diadakan. Bahkan, Gus Dur juga akan membantu terselenggaranya acara kongres tersebut, yaitu dengan memberikan bantuan pendanaan. Ini langkah Gus Dur yang dianggapnya nyeleneh, lain daripada yang lain. Saat Gus Dur menemui kelompok separatis tersebut, banyak orang yang protes dan mengira bahwa Gus Dur menyetujui keberadaan mereka. Gus Dur menegaskan bahwa semua yang ada di Papua adalah saudara-saudara dirinya, saudara sebangsa dan sesama manusia. Hal ini dilakukan Gus Dur tak lain untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah. (Fathoni) Sumber: https://www.nu.or.id/fragmen/alasan-gus-dur-ubah-nama-irian-jaya-menjadi-papua-dOPy7 NAMA IRIAN JAYA JADI PAPUA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERITA UNCHR UNTUK PAPUA2

BERITA UNCHR UNTUK PAPUA2 Latest Media Center Location GENEVA Press releases Special Procedures Indonesia: Stop judicial harassment of human rights defenders – UN expert 26 November 2021 Indonesia must immediately stop using criminal laws to harass four human rights defenders who have spoken out against alleged corruption, Mary Lawlor, UN Special Rapporteur on the situation of human rights defenders, said today. “I am extremely concerned at the way defamation laws are being used in Indonesia to undermine the right to freedom of opinion and expression,” said Lawlor. “Civil society organisations are being targeted for performing what should be seen as a valuable role in society: ensuring that government and company projects are carried out with good governance in a transparent way, free from corruption, collusion and nepotism. “More generally, defamation should be treated as a civil matter, not a crime,” she added. “A number of UN human rights bodies have repeatedly called for defam...

TOKOH TOKOH SENIOR PASIFIK DESAK INDONESIA IJINKAN PBB BERKUJUNNG KE PAP...

BERITA UNCHR UT PAPUA

BERITA UNCHR UNTUK PAPUA UNCHR Showing 1 - 10 for "PAPUA" Press releases // English 01 Mar 2022 Indonesia: UN experts sound alarm on serious Papua abuses, call for urgent aid https://www.ohchr.org/en/press-releases/2022/03/indonesia-un-experts-sound-alarm-serious-papua-abuses-call-urgent-aid GENEVA (1 March 2022) - UN human rights experts* today expressed serious concerns about the deteriorating human rights situation in the Indonesian provinces of Papua and West Papua, citing shocking... Press releases // English 15 Dec 2021 Indonesia: Stop reprisals against woman human rights defender – UN expert https://www.ohchr.org/en/press-releases/2021/12/indonesia-stop-reprisals-against-woman-human-rights-defender-un-expert Indonesia must immediately stop threats, intimidation and reprisals against human rights defender Veronica Koman and her family, the UN Special Rapporteur on the situation of human rights defenders... Press releases // English 26 Nov 20...